Ajakan Perjuangan bagi kita semua, Bangsa Indonesia
Seringkali saat kita akan menonton TV Berita atau pagi hari membaca koran sambil sarapan pagi, atau membaca berita di medsos… coba perhatikan topiknya… Topik berita utama yang muncul begitu gencar tentang korupsi, seperti Bupati ditangkap karena korupsi, pejabat terkena operasi tangkap tangan, direktur BUMN menyelundupkan motor Harley, penyuapan pejabat KPU, dugaan korupsi belasan triliun di asuransi terbesar, dsb… tak kurang pula berita mengenai murid memukul guru, tawuran antar pelajar, sekolah ambruk karena kualitas rendah, narkoba kalangan remaja, pembunuhan berencana, dsb…
Intinya berita utama seringkali mengenai berbagai keburukan yang sedang terjadi di negeri kita tercinta bahkan diulang mulai berita pagi, siang dan malam berlangsung setiap hari selama bertahun-tahun, di hampir semua berita nasional yang ditonton segala usia. Rutinitas ini disadari atau tidak telah menjadi Pendidikan budi pekerti yg buruk pada anak bangsa dan berlangsung terus setiap saat, tak terhalang oleh waktu, ruang dan usia, tapi mampu masuk kedalam rumah keluarga baik-baik yang memiliki anak kecil dan remaja sampai dewasa yang merupakan generasi baru harapan kita kedepan. Komplit.
Bagi kita yang ingin terus membangun negeri sangat prihatin, sedih, kecewa, malu, sekaligus marah secara batin mengenai kondisi seperti itu yang seolah tiada akhir meskipun rentang waktu sudah berlanjut lebih dari dua dekade terakhir… dan sampai hari ini, masih belum berakhir. Mari kita tunggu berita esok hari, dengan harap-harap cemas.
Akankah berita negatif lagi?
Lembaga resmi dan NGO/nirlaba bermunculan untuk turut mengatasi masalah besar itu, seperti KPK atau ICW (Indonesia Corruption Watch) dan masih banyak lagi lainnya. Upaya besar untuk menekan kondisi buruk yang sangat merugikan secara luas tsb kita beri istilah “MEMPERBAIKI” dalam mengatasi masalah serius bangsa Indonesia.
Ini hanya suatu istilah saja agar kita paham sedang dalam posisi mana dalam melihat suatu Berita Nasional atau bahkan topik diskusi yang kita bahas dalam suatu acara reuni keluarga atau teman sekolah.
Posisi Kita
Lalu, dimana posisi kita sebagai anak bangsa yang telah mendapat ilmu, pengalaman, masih sehat jiwa dan raga dan punya semangat juang untuk membangun negeri..?
Untuk membedakan saja, agar kita tidak setiap waktu membahas topik korupsi yang bertubi-tubi tiada akhir (bahkan menjadi viral di medsos), kita ingin mendorong ke arah “MEMBANGUN”.
Sayangnya, topik ini jauh sekali bobotnya, mungkin karena kurang populer sehingga jarang diberitakan secara berulang, meskipun merupakan pendidikan yang baik bagi kita dan generasi penerus yang sedang belajar di sekolah atau perguruan tinggi.
Kita jarang sekali mendengar berita tentang suatu penemuan baru yang yang hebat dan bermanfaat hasil rekayasa teknologi suatu Universitas, Lembaga Negara dan Korporasi Swasta atau BUMN yang disebarluaskan untuk memacu inovasi ataupun prestasi internasional dalam bidang bisnis dan ekonomi, pemahaman tentang “artificial intelligence”, solusi energi terbarukan, rekayasa genetika buah, industri produk andalan baru atau bidang-bidang lainnya.
Meskipun Presiden menyatakan prihatin bahwa nilai ekspor kita kalah dari Thailand bahkan Vietnam sebagai negara yang jauh lebih kecil dari Indonesia, tak banyak berita atau talkshow yang khusus mengajak putera bangsa secara serius agar terpanggil membangun negeri melalui produk baru dengan INOVASI dan NILAI TAMBAH untuk produk ekspor atau ekspansi membangun waralaba kuliner di mancanegara yang juga menghasilkan devisa besar.
Kita memang sedang sibuk mengundang investor asing agar menanamkan modalnya di Indonesia yang tentu bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan pajak sebagai pemasukan negara. Tapi, bagaimana peran Media dan Lembaga lain untuk turut aktif dalam perjuangan membentuk dan membangun putera bangsa sebagai investor domestik potensial, khususnya Generasi Milenial yang sebentar lagi akan menggantikan Generasi Baby Boomers dan Generasi X di era 2030an.
Peluang yang begitu banyak atas beragam potensi apakah sudah cukup mendapat porsi dalam “PROMOSI Potensi Besar Negeri”, oleh Media dan Lembaga sehingga bukan hanya dalam ruang Seminar dengan jangkauan terbatas.
Apakah Media “mainstream” kita seperti televisi nasional, koran nasional dan daerah, sudah cukup sibuk mengajak anak bangsa untuk siap berkompetisi di tingkat regional, internasional sampai global. Begitu juga di medsos, bahkan ditambah lagi dengan gencarnya berita bohong atau hoax.
Ataukah, kita hanya cukup merasa prihatin saja melihat dan sebagai “buyer” saja atas berbagai produk di rumah dan kantor kita yang pada 1960an berasal dari negara maju di Barat, 1980an dari Timur dan 2000an bergeser dan berasal dari negara besar tetangga yang selama belasan tahun PDB/kapita dibawah Indonesia, namun sekarang sudah melesat diatas kita.
Kendala Indonesia selama ini yakni lemahnya INFRASTRUKTUR, sudah banyak terbangun dan kedepan akan terus dibangun Pemerintah RI.
Sebagai putera bangsa yang ingin terus berjuang dengan semangat tinggi, apa yang dapat kita lakukan bersama dalam posisi mendorong “MEMBANGUN” Indonesia yang mempunyai POTENSI BESAR NEGERI yang hebat, bernilai sangat besar dan bahkan tidak banyak dimiliki bangsa lain.
Lebih hebat lagi, bila kita dapat membangun SEMANGAT JUANG generasi muda Milenial yang akan menjadi MOTOR PENGGERAK INDONESIA era 2030an menjadi Paham akan potensi negerinya yang hebat dan bernilai ekonomi sangat besar, lalu tumbuh Minat, sehingga akan terdorong:
Cita-cita, Karir & Perjuangan untuk Membangun
“5 POTENSI BESAR NEGERI”
(Maritim, Pertanian, Energi, Industri, Budaya)
maka semoga kita akan berhasil membentuk Generasi Muda Pembaharu Indonesia yang terarah, disebut :
“SDM UNGGUL TERARAH”
(membangun 5 Potensi Besar Negeri, berbasis 3 Faktor: Pendidikan, Budi Pekerti & Karakter Kuat)
Penggabungan “5 Potensi Besar Negeri dan SDM Unggul Terarah” itu kita sebut perjuangan Bangsa membangun:
“POTENSI INDONESIA 5+1”
Berdasarkan prediksi PricewaterhouseCoopers, sebagai lembaga ternama di dunia, PDB Indonesia ditahun 2030 pada peringkat No. 5 Dunia dan No. 4 di tahun 2050.
Tentu kita tak dapat tinggal diam, tapi harus berjuang sungguh-sungguh agar prediksi itu dapat tercapai, bahkan akan terjadi AKSELERASI dalam pertumbuhan ekonomi secara Nasional apabila kita berhasil membangun 5 Potensi Besar Negeri dengan optimal.
Bahkan, PDB/kapita kita dapat meningkat dari kategori Negara Berkembang yg sudah puluhan tahun, menjadi kategori NEGARA MAJU.
Tak kalah pentingnya, adalah penyesuaian materi Kurikulum Pendidikan Nasional yang memasukkan Potensi Besar Negeri (pemahaman bagi Generasi Y sejak dini, sangat strategis) agar kedepan potensi besar negeri lebih diminati oleh generasi pembaharu kita yang sekarang masih duduk di bangku sekolah.
Mari kita semua merapatkan barisan dan fokus MEMBANGUN… baik para orangtua, guru, dosen, sekolah/universitas, pengusaha dan lainnya bersama pemerintah pusat/provinsi/daerah, lembaga negara dan MEDIA (elektronik dan cetak) terus mendorong dengan semangat membangun 5 Potensi Besar Negeri sebagai Karunia Besar dari Yang Maha Kuasa yang harus kita syukuri dan perjuangkan dengan sungguh-sungguh, dengan motto:
“Bersyukur & Berjuang”
Selamat berjuang untuk terus MEMBANGUN Negeri tercinta, INDONESIA…
“Bangun Indonesia” 🇮🇩
Januari 2020, Alfiantono