Kategori
Galeri

ENERGI BARU TERBARUKAN UNTUK NEGERI

Ayo… “Berjuang Membangun”

ENERGI BARU TERBARUKAN

untuk Negeri…

Semangat Juang:

“Hari Pahlawan” – 10 Nopember 2021

Oleh: “Bangun Indonesia”

  • Posisi Saat Ini:

Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) yang sekaligus Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan potensi Energi Baru Terbarukan  (EBT)  masih

minim dimanfaatkan, padahal potensi yang ada sangat besar. (Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR-RI, info: Gatra.com, 14 Juni 2021).

Potensi EBT masih besar di Indonesia, tercatat potensinya ada 417,8 GW, namun yang baru termanfaatkan 10,4 GW atau sebesar 2,5%.

Catatan: Meski ada sumber lain dengan angka yang berbeda, tapi tetap masih jauh dari yang diharapkan. Sebagai perbandingan, di China kapasitas terpasang energi terbarukan pada 2019, telah mencapai 728 GW.

Potensi di bidang EBT ini memang SANGAT BESAR, baik untuk pasar Domestik, namun terlebih bila kita juga melihat potensi pasar Global dimana potensi besar tsb sebenarnya bukan hanya untuk MEMBANGUN PEMBANGKIT LISTRIK saja, tapi yang tidak kalah penting adalah kita juga MEMBANGUN “INDUSTRI PENDUKUNG PERALATAN EBT” di Indonesia, seperti antara lain:

Pabrik, Local Brand, Teknologi & Inovasi milik Pengusaha Indonesia, bukan hanya merakit atau assembling berlabel

“Made In Indonesia”, tapi lebih maju menjadi produk

“Made By Indonesian”

seperti pabrik Solar Cell, Turbin, dsb, agar kedepan untuk EBT dan Produk Pendukungnya harus disiapkan dan didorong sejak kini, sehingga sejak 2025 menuju Era 2030an dan seterusnya kita tak lagi tergantung Produk Impor…!!

Siapkah?  Kita harus siap…

Note:

Indonesia telah cukup lama tergantung impor untuk Energi Fosil (minyak bumi) dengan Nilai Impor per tahun sangat besar (ratusan triliun/tahun..!!), sehingga kedepan harus mencari dan merancang strategi baru agar tidak terulang kembali pada kebutuhan Produk Pendukung Energi Baru Terbarukan yang juga akan sangat besar, tak lama lagi…

  • MEMBANGUN KESADARAN GENERASI MUDA:

Menyadari hal ini, sejak tahun 2016 “Bangun Indonesia” melalui Konsep Strategis yang berjudul:

“Potensi Indonesia 5+1”

terdiri atas Potensi Besar Indonesia yakni:

[ 1) MARITIM, 2) PERTANIAN, 3) ENERGI TERBARUKAN, 4) INDUSTRI, 5) BUDAYA ]  +  [ SDM Unggul Terarah ]

telah berinisiatif dan bersemangat tinggi mendorong Pemahaman Potensi Besar Negeri (termasuk EBT) pada Generasi Muda (Generasi Milenial/Y & Z), agar para anak muda Indonesia menyadari dam tumbuh minat pada POTENSI BESAR NEGERI tsb.

Pada saat pertemuan/presentasi di berbagai lokasi Sekolah/Universitas, EBT tampaknya belum begitu dipahami atau diminati sebagai potensi besar oleh umumnya anak muda level SMA/SMK/S1, mungkin karena belum begitu populer dan potensi besar ini belum terekspos dalam mata pelajaran atau belum masuk dalam Kurikulum Dikdasmen selama ini.

Note:

Masukan/Saran perihal Konsep “Potensi Indonesia 5+1” agar dapat dipertimbangkan masuk dalam Kurikulum Diskdasmen sudah disampaikan pada Mendikbud RI dengan surat pada tahun 2019.

Tulisan ini sebagai dorongan sekaligus sebagai “ANTISIPASI atas PREDIKSI” bahwa Penggunaan EBT akan SANGAT MASIF pada dekade kedepan di Era 2030an, antara lain disebabkan kondisi terpaksa sebagai akibat sudah mulai menyusutnya Energi Fosil saat itu dan pertimbangan lain.

Saat ini saja, pada pertemuan G20 tahun 2021 di Roma, Italia, pada Oktober 2021, sudah terlihat perhatian para Pemimpin Dunia tentang hal itu, khususnya dikaitkan dengan masalah Lingkungan Hidup, yakni dampaknya yang serius pada Perubahan Iklim (Climate Change).

  • 2 SASARAN STRATEGIS INDONESIA:

[1] MEMBANGUN “PEMBANGKIT LISTRIK EBT”

Pemerintah RI telah menetapkan Target EBT 23% di tahun 2025, untuk itu harus dicari strategi baru untuk memacu lebih gencar SWASTA NASIONAL (EBT tentu bukan hanya Proyek Pemerintah atau BUMN) agar lebih semangat investasi membangun Pembangkit EBT, baik untuk industri/keperluan sendiri (off-grid), maupun untuk Kawasan lain/on-grid (industri, perumahan, perkantoran, pertokoan, dsb).

Dipertimbangkan, saat ini problematik dalam proses pembangunan EBT masih terdapat berbagai kendala, sehingga harus dilakukan evaluasi secara kontinyu agar semakin dimudahkan; baik Kebijakan, Perizinan dan Insentif termasuk dukungan bagi para investor dalam upaya membangun proyek Pembangkit EBT tsb, agar lebih menarik investor (terbukti sampai saat ini baru 2,5% yang terbangun).

Karena lokasi EBT umumnya di Daerah, maka dukungan harus menyeluruh, mulai dari tingkat Pemerintah Pusat sampai PemProv dan PemDa, dimana pemahaman bahwa EBT ini bukan sekedar Proyek semata, tapi merupakan Proyek Sangat Strategis mendukung AKSELERASI kemajuan Negeri, BERPACU menuju Era 2030an yang harus lebih efisien, lebih bersih, dimana Energi Fosil (migas dan batubara) pada saat itu telah semakin ditinggalkan atau dikurangi.

Tentu segala permasalahan dan kompleksitas yang ada saat ini harus diupayakan SOLUSI nya, antara lain meninjau kembali kebijakan, proses perizinan, peraturan dan kendala lain yang ada.

[2] MEMBANGUN INDUSTRI “PENDUKUNG EBT”

Para Pengusaha Nasional di Era 2020an ini (sambil menunggu tumbuhnya industri yang akan dibangun oleh Generasi Milenial/Y & Z di Era 2030an yad), HARUS DIDORONG agar timbul gairah MEMBANGUN INDUSTRI SEJAK KINI (pabrik dengan kapasitas produksi bertahap) untuk mendukung terciptanya produk Pendukung EBT (Solar Cell, dsb) yang diprediksi akan sangat besar dibutuhkan di Era 2030an.

Tentu, secara komprehensif juga harus diperhitungkan para tenaga Ahli, Teknologi/Industri 4.0, sumber Bahan Baku, Kualitas/Standar Domestik dan Ekspor, Regulasi Internasional, Kebijakan, Insentif dan sebagainya.

Disini, TANTANGAN harus diberikan pada para Insinyur/Ahli kita dari berbagai Perguruan Tinggi & Alumni, termasuk diperlukan kerjasama Pemerintah, Swasta, Universitas, Lembaga Riset Negara, dsb untuk dapat tercapainya DAYA SAING, baik harga, kualitas, dsb yang berorientasi Global berlabel “Made By Indonesian”.

Kedua butir strategis tsb diatas: [1] “Membangun Pembangkit” dan [2] “Membangun Industri Pendukung”  HARUS DIDORONG SIMULTAN, bersamaan sejak kini.

Tentu, secara strategis sangatlah penting bukan hanya mendorong Butir No.1, meskipun saat ini masih minim (baru termanfaatkan 2.5%), namun kedua Peluang Besar itu sebenarnya telah semakin nyata dan semakin dekat, sebelum kita terlambat bangun dan kembali dibanjiri oleh produk impor untuk EBT.

Langkah Strategis bagi kita semua:

Perlu dilakukan langkah memacu “Gerakan Nasional” untuk membangun kesadaran secara nasional, bahwa kedua Butir tsb diatas adalah:

MEMBANGUN “PROYEK SANGAT STRATEGIS”        BAGI MASA DEPAN ENERGI INDONESIA

Diyakini, negara produsen yang akan menjadi pesaing kita seperti China, Amerika Serikat, Jerman atau Korea Selatan saat ini juga sedang memacu diri melakukan perkuatan posisi (baik pengembangan Teknologi, Inovasi, riset Bahan Baku, Strategi, dll) menuju arah industri yang sama, EBT…!!

INDONESIA mempunyai kesempatan yang sama, belum ketinggalan..!!

  • Ajak Ahli, Investor & Pejuang Bergabung:

Bila dipandang perlu, saat ini diketahui ada beberapa ilmuwan Indonesia sedang bekerja di Amerika Serikat (seperti Noor Titan Putri Hartono, peneliti Panel Surya di MIT), Jerman dan ilmuwan di negara lainnya dalam bidang Energi Terbarukan, kiranya dapat dihimbau untuk kembali ke Indonesia dengan diberi jabatan khusus, proyek khusus serta insentif khusus, baik oleh Swasta atau Pemerintah.

Keahlian mereka bukan hanya bermanfaat bagi pengembangan produk baru bagi industri EBT, namun juga sebagai MOTIVASI ANAK BANGSA dan para Pejuang lainnya baik dari dalam maupun luar negeri, bahwa para Ahli Nasional telah berdatangan untuk mendukung terbangunnya dunia usaha baru yang menantang, sangat strategis dan berpotensi besar yakni “ENERGI BARU TERBARUKAN” untuk Indonesia tercinta dan Dunia…

Yang tak kalah pentingnya, selain mendorong Investor Swasta Nasional, juga mengajak Perguruan Tinggi, khususnya Fakultas Teknik (seperti Elektro, Mesin, Industri, IT, Fisika, dll) untuk turut AKTIF bergabung dalam format “Team Khusus EBT Indonesia”.

Diyakini, akan bermunculan Ahli & Relawan Pejuang yang mempunyai kompetensi tinggi dan bersemangat mendukung, sehingga akan tumbuh berbagai

”INOVASI BARU DALAM EBT”

INDONESIA MEMILIKI BERAGAM POTENSI EBT YANG LUAR BIASA: ENERGI AIR,  2) ENERGI ANGIN,  3) ENERGI SURYA,  4) ENERGI PANAS BUMI,  5) BIO ENERGI, 6) ENERGI OMBAK LAUT, 7) ENERGI PASANG SURUT AIR LAUT, 8) ENERGI ARUS LAUT
  • Pertemuan Jeff Bezos dengan Ibu Sri Mulyani:

Diperoleh berita, telah terjadi pertemuan antara Jeff Bezos/ Pendiri Amazon dengan Ibu Sri Mulyani/Menkeu disela-sela pertemuan COP 26 di Glasgow.

Diperkirakan, pertemuan awal Nopember 2021 ini juga membahas Peluang dan Investasi Pengembangan EBT di Indonesia. Tentu baik sekali bila Amazon dan pengusaha Amerika Serikat di kemudian hari juga akan investasi bidang EBT di Indonesia. Bila asumsi ini benar, maka peluang EBT juga dilihat oleh Jeff Bezos sebagai sesuatu usaha baru yang potensial.

Tentu, pertemuan ini dapat merupakan indikasi positif dan peluang besar yang JUGA HARUS DIRAIH oleh Entrepreneur/ Pengusaha dan Insinyur Indonesia yang juga hebat, baik secara Mandiri/Domestik (PMDN), Konsorsium atau sebagian ada yang kerjasama patungan (Joint Venture/PMA) baik dengan Amazon atau Partner Asing lainnya, membangun INDUSTRI BARU bidang EBT (misal, utk kebutuhan jutaan lembar Solar Cell/PV, Turbin atau produk EBT lainnya) untuk keperluan pasar Domestik yang potensial dan juga akan bersaing tangguh sebagai pemasok pasar Global…

  • Gerakan Nasional: 

Ayo…  “Berjuang Membangun” EBT untuk Negeri

Sejak kini sampai sekitar 2025 sebagai persiapan menuju Era 2030an, yang kemudian tinggal landas menuju 2045 untuk membangun 1) PEMBANGKIT LISTRIK EBT & 2) INDUSTRI PENDUKUNG  EBT adalah pentahapan/jadwal waktu yang sangat strategis dan penting bagi kemandirian Indonesia dalam bidang ENERGI BARU TERBARUKAN.

Mulai “Hari Pahlawan” 10 Nop 2021, ayo kita gunakan Jargon Juang:

“Bangun EBT Indonesia”

Salam perjuangan,

“Bangun Indonesia”       

Aliansi Strategis & Perjuangan menuju “Bintang ASIA 2030”

       Ir. Alfiantono, MBA

Sumbangsih Pemikiran Strategis bagi Bangsa & Negara

 strategi-EBT/gerakan-nasional/bangun-indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *