Terus Berjuang Menjadi
INNOVATOR / INVENTOR
Untuk AKSELERASI Indonesia
Terarah
“POTENSI INDONESIA 5+1”
Oleh: “Bangun Indonesia”
Hari Sumpah Pemuda ke 93
Kamis, 28 Oktober 2021
Hari Sumpah Pemuda, selalu menggugah jiwa dan semangat perjuangan kita… membuat berpikir dan niat bertindak tak terputus untuk mendorong Pemudi & Pemuda (Generasi Milenial & Z) yang insya Allah akan menggantikan generasi sebelumnya untuk Membangun INDONESIA pada Era 2030an dan seterusnya…
Terkait hal tersebut, teringat kisah sekelompok siswa SMK di Jember beberapa tahun yang lalu, yang berhasil memodifikasi sepeda motor dengan menggunakan bahan bakar air…!!
Bayangkan… bila mereka berhasil, lalu dibantu sponsor dengan semangat juang tinggi, kelak dapat menjadi SOLUSI HEBAT bagi masalah Energi & Lingkungan Hidup Global, sekaligus menjadi INSPIRASI dan pemicu bagi kita semua tentang bagaimana seorang insan/team siapapun, dengan kedudukan atau jabatan apapun dan di negara manapun mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi INNOVATOR atau INVENTOR…
Jelas, sebagai insan kita memerlukan kegigihan dan semangat juang tinggi untuk melakukan langkah baru yang dapat menjadi solusi seperti yang dilakukan siswa SMK tersebut, dalam banyak bidang… singkatnya, kita memerlukan atau menciptakan banyak figur Pemudi & Pemuda untuk kemajuan Bangsa & Negara INDONESIA, bahkan dapat menjadi manfaat besar bagi GLOBAL…
- Global Innovation Index (GII)
Indonesia, negara besar dengan penduduk No. 4 Dunia sebanyak 273 juta jiwa, berdasarkan Data dari Global Innovation Index (GII) 2021, pada peringkat inovasi No.87 dari 132 negara di Dunia.
Negara ASEAN lainnya seperti Filipina (peringkat No.51), Vietnam (44), Thailand (43), Malaysia (36) dan Korea Selatan pada peringkat (5). Pada peringkat atas, Inggris (4), Amerika Serikat (3), Swedia (2) dan Swiss (1).
Data GII ini, harus menjadi TANTANGAN bagi kita semua Bangsa Indonesia yang mencintai Negeri, untuk turut berpikir dan bertindak Bela Negara, karena jelas INOVASI merupakan FAKTOR PENENTU dalam persaingan industri dan merupakan senjata yang tangguh menghadapi persaingan.
Bila Industri maju dan berkembang, pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, Negara jelas lebih maju dan sejahtera…
Mari menjadi insan Pejuang Indonesia yang tangguh untuk membangun Indonesia Tercinta… dengan mengajak dan mendorong terus semangat juang untuk membangun INOVASI bagi para Pemuda Generasi Milenial dan usia produktif lainnya (usia 15 – 60 tahun) yang merupakan BONUS DEMOGRAFI, dimana diperkirakan berjumlah lebih dari 70% dari penduduk Indonesia atau sekitar 191 juta jiwa menuju Era 2030an.
Tak perlu beralasan tak punya alat, tak punya teknologi, tak punya modal yang besar atau tak punya keahlian khusus yang tinggi… karena semua itu dapat diatasi dengan kerjasama atau kolaborasi dengan pihak-pihak lain (seperti Sekolah, Universitas, Lembaga Pemerintah, Pemda, Perusahaan Swasta, BUMN/D, Ahli Spesialis, Individu Pejuang, dsb), namun yang terpenting adalah kita WAJIB mempunyai Perhatian (concern) dan Kepedulian Tinggi atas suatu masalah penting, seperti pada kemajuan Alat, Produk, Sistem, Teknologi, dsb agar menjadi lebih bermanfaat, lebih hebat, lebih efisien, lebih unggul berkompetisi dan sebagainya…
Dengan bermodalkan VISI & KARAKTER KUAT yang dikombinasikan dengan target jumlah “SDM Unggul Terarah” hanya sebesar 1% saja dari 191 juta usia produktif = 1,9 juta Inovator/Inventor hebat akan muncul… yang kemudian di-ARAH-kan untuk mendukung
“5 Potensi Besar Negeri”
(Maritim, Pertanian, Energi Terbarukan, Industri, Budaya) yang dimiliki Indonesia, sesuai Konsep Strategis yang didorong “Bangun Indonesia” dengan judul:
“Potensi Indonesia 5+1”
(“5 Potensi Besar Negeri” + “SDM Unggul TERARAH”)
- “Strategi Besar Nasional” dalam INOVASI
Dalam pelaksanaannya, Konsep Strategis tsb tentu akan “sangat powerful” bila dikombinasi dengan pacuan menumbuhkan INNOVATOR/INVENTOR dalam suatu wujud “Strategi Besar Nasional” (“The NATIONAL GRAND STRATEGY”) untuk memacu INOVASI yang harus segera dirancang secara komprehensif…
Memang, ini bukan hanya masalah dan tanggung jawab Pemerintah RI semata, seperti lembaga Bappenas, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) atau BPPT dengan birokrasi yang ada, tapi bagaimana rancangan “Strategi Besar Nasional” membangun INOVASI yang dapat menggerakkan komponen Bangsa dari anak sekolah (bahan bakar air di Jember) sampai profesor… dari seorang pengangguran dirumah sampai pengusaha konglomerat di gedung tinggi… bahkan dari mahasiswa “drop-out” sampai anak genius yang lulus “cumlaude”… semua punya potensi menjadi inovator, jangan diremehkan… (belajar dari kasus Bill Gates/pendiri Microsoft atau Mark Zuckerberg/pendiri Facebook, keduanya “mahasiswa drop-out” yang menjadi inovator yang sangat sukses berkelas Dunia)… dorong dari Sabang sampai Merauke, bahkan dari Miangas sampai Pulau Rote, seperti selalu diingatkan oleh pak Jokowi…
Ibaratnya dalam strategi pertahanan Negara dengan “sishankamrata” (sistem pertahanan keamanan rakyat semesta), maka dalam menggalang potensi masyarakat luas dalam Inovasi bukan hanya menunggu hasil riset dari Lembaga Pemerintah saja, tapi wajib melibatkan seluruh rakyat semesta, dengan skala output yang berbeda-beda… mulai dari Pelajar, Sekolah, Mahasiswa, Universitas, dll dan kesungguhan mendorong BUMN/D, Koperasi dan Korporasi/Perusahaan Swasta secara Nasional agar tercipta iklim untuk selalu aktif dan semangat melakukan INOVASI baik dalam Bisnis maupun Industri (Jasa atau Manufaktur)…
Meskipun data menunjukkan, bahwa penyumbang dana riset di Indonesia 80% oleh Pemerintah dan sektor Swasta hanya 20%, namun bukan berarti ribuan perusahaan swasta besar/sedang sebagai bagian dari total 26 juta perusahaan di Indonesia tak bisa melakukan INOVASI… mungkin perlu strategi khusus untuk menggerakkan ataupun mendorong agar terjadi kerjasama atau kolaborasi, baik antar sesama Korporasi Swasta, dengan BUMN atau Lembaga Pemerintah)… apalagi, tidaklah benar persepsi bahwa “inovasi hebat” adalah merupakan hasil dari “dana riset yang besar atau proses yang rumit”… mungkin, sebagai contoh dapat dilihat dari sejarah tumbuhnya perusahaan raksasa “Starbucks”, bukanlah hasil dari inovasi dengan riset mahal, namun dikemudian hari terbukti berkembang menjadi perusahaan raksasa berskala Global dengan 33.000 Cabang di 83 Negara dan mempunyai pendapatan (revenue) mencapai USD26.5 Milyar (2019) atau setara Rp374 Triliun..!!
Pendapatan korporasi Kedai Kopi waralaba klas Dunia ini sangat besar, bahkan jauh lebih besar bila dibandingkan dengan banyak perusahaan besar di Indonesia.
Note:
Pendapatan Starbucks ini lebih besar dari nilai Total Ekspor CPO Indonesia yang sebesar Rp258 Triliun (2020).
Persoalan kita adalah:
“Bagaimana menggerakkan kekuatan Bangsa yang sangat besar untuk mencapai Tujuan Besar yakni tumbuhnya INOVASI secara Nasional”…
“How to mobilize the enormous power of the Nation to achieve the Big Goal, namely the growth of INNOVATION nationally”…
Kita yakin, dengan dirancang dan terlaksananya “Strategi Besar Nasional” ini akan tumbuh harapan besar bahwa akan dicapai suatu INOVASI (Innovation) yang signifikan dan akan muncul PENEMUAN BARU (Invention) spektakuler yang bukan hanya akan menaikkan peringkat GII Indonesia ke peringkat “20 Besar Dunia” dalam Inovasi…
…tapi akan memacu tumbuhnya Inovasi/Penemuan Baru yang akan bermanfaat luas bagi tumbuh pesatnya ribuan Start-up sebagai rintisan INDUSTRI BARU berstatus PMDN berbasis “5 Potensi Besar Negeri”, yang berdampak pada ketersediaan jutaan lapangan kerja baru dan juga bagi puluhan ribu insinyur dan sarjana lain alumni dari 2.600 kampus di Indonesia…
Strategi ini akan sejalan dengan harapan Pemerintah RI & Bangsa secara keseluruhan, bahwa kedepan Indonesia tidak lagi mengandalkan Ekspor Bahan Baku Mentah (Raw Materials) semata yang bernilai rendah, tapi akan berubah menjadi “HILIRISASI Produk” yang pasti memerlukan sangat banyak INOVASI. Hal ini bukan hanya karena Produk Indonesia (yang ber NILAI TAMBAH besar) sebagai Pendatang Baru, tapi memang harus “performa tinggi” (baik desain, kualitas, packaging, branding, dsb) agar mampu “tembus pasar”, karena akan BERSAING KETAT dan berhadapan langsung secara “head to head” dengan produk impor yang sudah berpuluh tahun tersedia di pasar Domestik atau Global.
Disinilah peran besar INNOVATOR/INVENTOR berlaku…
Dengan “Strategi Besar Nasional” yang berbasis INOVASI TERARAH pada “5 Potensi Besar Negeri” merupakan “Key Success Factor” untuk tumbuhnya Industri Baru, jelas akan memanfaatkan beragam INFRASTRUKTUR (jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, bendungan, dsb) yang telah masif dibangun oleh Pemerintah RI dalam kurun waktu 5 tahun terakhir… inilah harapan kita semua…
Secara keseluruhan, “Strategi Besar Nasional” dalam INOVASI ini akan memacu AKSELERASI bagi kemajuan Indonesia untuk mencapai kategori NEGARA MAJU dengan peringkat GDP No. 4 Dunia (USD10,502 Triliun) setelah China, India dan Amerika Serikat pada 2050, seperti diprediksi oleh Pricewaterhouse Coopers pada tahun 2017 yang lalu…
Lalu, apakah kita merasa kendor dan pesimis karena selama 2 tahun terpukul oleh Pandemi..?
Dengan tegas dan optimis, jawabnya adalah: “TIDAK”
…karena potensi besar negeri kita masih tetap ada dan tersedia… maka, strategi baru sangat dibutuhkan dan harus dilaksanakan dengan KARAKTER KUAT:
Gigih, komitmen tinggi, konsisten dan tak mudah menyerah…
…untuk menumbuhkan INNOVATOR/INVENTOR baru yang dipacu secara Nasional dalam beragam bidang Industri & Jasa yang TERARAH membangun “5 Potensi Besar Negeri” yang luarbiasa besar manfaatnya bagi Bangsa & Negara INDONESIA tercinta, bahkan DUNIA…
Insya Allah…
Mulai “Hari Sumpah Pemuda” 2021, ayo kita gunakan Jargon Juang:
| “Bangun INOVASI Indonesia” |
Salam perjuangan,
“Bangun Indonesia”
Aliansi Strategis & Perjuangan menuju “Bintang ASIA 2030”
Ir. Alfiantono, MBA
| Sumbangsih Pemikiran Strategis bagi Bangsa & Negara |
innovator-inventor/grand-strategy/
bangun-indonesia/alfiantono/okt21